Cari Blog Ini

Kamis, 01 November 2012

Step by Step..... SFD !!!! you must go.......

Hari ini anggota grup SFD 90 member (http://www.facebook.com/groups/216270728503914/), tapi sisi baiknya bukan hanya itu tentunya. Kuantitas member untuk ukuran masyarakat Doho dari 9 Oktober di launching grup ini memang sebuah kemajuan yang luar biasa, paling ndak dari ukuran pemakai teknologi bisa menjadi sebuah potensi positif apalagi grup ini dikhususkan bagi pemuda-pemuda Doho yang peduli terhadap Doho dan mau memberikan atensinya buat Doho.
Banyak hal yang sudah terjadi dalam grup ini, sekitar pertanyaan ataupun statement sumbang yang mengidentikkan bahwa grup ini terlalu banyak omong, adalah hal yang sangat lumrah. Tapi terlepas dari itu, segala sesuatu kan harus direncanakan, dan sesuatu tanpa perencanaan katanya orang pintar sama dengan merencanakan kegagalan itu sendiri.
So.... bukannya tidak atau kurang memperdulikan pendapat-pendapat seperti itu, SFD, step by step telah bisa merealisasikan beberapa langkah konkrit dalam pertemuan riil.
Dari sebuah tim kecil, beberapa anggota SFD mendiskusikan langkah-langkah yang ingin diwujudkan, ini lah buktinya :
Pertemuan perdana SFD, dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2012 bersamaan malam takbiran.
Sebagian besar agenda dalam pertemuan ini adalah mengulas semua yang tertulis di SFD.
Hasil yang disepakati yaitu SFD harus menelurkan lembaga konkrit yang berdomisili di Doho, bentuk dan jenis kelembagaan yang dipahami pada malam itu yaitu mendirikan sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes); menginventarisasi pemuda-pemuda doho yang akan diundang pada pertemuan resmi SFD pada tanggal 27 Oktober 2012 di rumah Mas Surono Dohokidul.
Efek dari dua hal ini kemudian mengharuskan tim kecil SFD untuk meruncingkan rumusan kegiatan sampai pada pilot project yang harus difloorkan kepada rekaan-rekan pemuda di Doho pada tanggal 27 Oktober.
Kemudian Tgl 26 Oktober 2012 pertemuan Tim Kecil SFD yang kedua berlangsung di Rumah Bapak Madi, moment ini kita gunakan untuk menganalisa tentang industri rumah tangga ayam petelur yang dijalankan oleh Pak Madi.
Gayung bersambut, Tim Kecil melibatkan beberapa tokoh pemuda Doho yang memiliki back ground keahlian yang sangat dibutuhkan untuk menyusun regulasi lembaga yang akan didirikan termasuk pilot project pilihan.
Kesepakatan pada pertemuan Tim Kecil ini adalah membuat rintisan BUMDes berbentuk Koperasi Serba Usaha Syariah dengan Pilot Project yang pertama adalah home industri ayam petelur.
Wow.... step by step.... ternyata jalan semakin gamblang, apa yang diminta oleh grup SFD, sedikit demi sedikit mampu direalisasikan.
Pada proses selanjutnya Tgl. 27 Oktober 2012, pertemuan SFD yang pertama di gelar. Pertemuan ini dihadiri sesuai dengan target undangan yang disebar. Bukti antusias pemuda untuk membangun  Desa Doho bukan saja terlihat pada comment comment online di SFD Grup. Dalam pertemuan perdana SFD pun, saran/pendapat dan masukan yang mengarah pada realisasi kegiatan silih berganti dilontarkan peserta pertemuan.
Tema yang diusung pun semakin mengerucut bukan hanya sekedar pendirian Koperasi Serba Usaha Syariah rintinsan BUMDes, tapi sudah menginjak ke AD/ART dan Iuran Wajib serta Iuran Pokok anggota.

Hmmm...... momentum ini kelihatannya semakin cepat, reaksi yang ditimbulkan seakan-akan menjadi efek domino yang begitu menghentak. Forum SFD mengagendakan pertemuan kedua pada tanggal 4 November 2012.

Selasa, 30 Oktober 2012

Wujud sebuah demokrasi sederhana

Demokrasi yang saya pahami adalah bebas berpendapat dengan ranah dan tujuan yang berupaya meningkatkan taraf hidup, derajat dan martabat melalui paham kebersamaan. Dalam demokrasi, perbedaan adalah ruh positif yang harus mendapat porsi selayaknya karena pada dasarnya setiap manusia memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya.
Kita tidak akan menjadi manusia yang berpikir maju manakala perbedaan itu tidak dijadikan sebagai sebuah medium pengembangan. Yang kurang akan membutuhkan yang lebih dan sebaliknya.
Ukuran demokratis, kemudian menjadi pertanyaan yang menarik bagi sebuah komunitas. Tapi menurut saya, contoh konkrit demokratis, paling tidak seperti clip berikut ini..............


Senin, 29 Oktober 2012

Spirit For Doho

Semangat untuk Doho.
Ini kalimat lebay banget kayaknya. Tapi itulah kenyataannya. Bermula dari sebuah grup di Facebook bernama Spirit For Doho yang dibuat pada 11 Oktober 2012, kami berupaya memberikan media bagi para Pemuda Doho, baik yang berdomisili di Desa Doho maupun yang berdomisili di luar Desa Doho. Media dimaksud adalah media untuk memberikan sumbang- sih nya demi kemajuan Desa Doho.
Konsep awal berdirinya Spirit For Doho (SFD) adalah menggugah semangat membangun bagi Pemuda Doho dengan merealisasikan hasil diskusi dalam grup SFD menjadi sebuah langkah riil membangun desa yang diprakarsai pemuda.
Akan sangat berbeda tentunya jika secara khusus kita melihat grup ini sebagai sebuah realita dalam memunculkan kebutuhan berpendapat para pemuda tentang Doho sebagai habitat hidup. Kemajuan desa tidak semata-mata merupakan tanggung jawab para pelaksana pemerintahan desa, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat di dalamnya.
Pemuda merupakan satu segmen umur yang sangat jelas dengan karakteristik kreatif, inovatif, reformis dan banyak kalimat keren lainnya yang sangat dibutuhkan dalam mekanisme pembangunan Desa. Oleh karenanya dengan sedikit mengabaikan unsur negatif yang bisa saja terbawa dalam grup ini, kami tetap optimis bahwa grup ini mampu menghasilkan produk-produk positif bagi kemajuan Desa Doho yang kami cintai bersama.
Langkah nyata, hasil yang dapat dirasakan dan tentunya pengaruh yang bisa diukur dalam skala kuantitas dan kualitas.
Harapan kami, SFD merupakan sebuah titik perjuangan yang akan memberikan batas awal bagi Pemuda Doho untuk bergerak maju. Apapun dan bagaimanapun ceritanya, skenario cerita SFD adalah episode yang panjang dengan kami Pemuda Doho sebagai pemeran utama dan langkah-langkah riil didalamnya sebagai babak-babak ceritanya.
Welcome SFD.
Welcome to the welfare country community.

Minggu, 28 Oktober 2012

Melabuhkan harapan di atas puncak gunung...
Siapkan perbekalan, menata langkah, memulai pendakian...
Kadang termangu karna ragu, namun tanpa mencoba itu yang keliru...
Terjal yang meng-aral menghempaskan, kembali jatuh di awal atau terperosok jurang...
Bangkit lagi, bukan gunung yang tinggi, tapi tentang metode mendaki...
Berpindah, ambil satu sisi, terus berganti dan tak perlu berlari...
Bukan s
eberapa cepat menjejakkan kaki di puncak, tapi seberapa kuat bertahan menuju puncak...
Sumbat telinga dari cibir dan cemooh, lanjutkan walau tergopoh...
Hingga kaki tak sanggup lagi dan bukan gunung ini yang harus didaki...
Dan kembali memangdang, di puncak gunung sana kakiku di natikan.....

* sulut semangat, siram minyak ikhtiar dan do'a *
 
Kutipan kalimat dari seorang rekan "HIDUP MENUNGGU MAUT"
 

Jumat, 12 Oktober 2012

Rabu, 28 Maret 2012

SEMBAKO on THE ROAD tour to Bandung' Jakarta 24-27 Des 2011

Rehat pertama di Gamping menu Ayam Bakar Sambal Ijo........